JAKARTA - Kerja sama antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) dipandang sebagai langkah signifikan dalam memperkuat industri semikonduktor di Indonesia.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai perjanjian bisnis yang ditandatangani tersebut akan mendukung pengembangan hilirisasi teknologi tinggi serta mempercepat transisi menuju energi hijau.
Menurut Ketua Umum HKI, Ahmad Ma'ruf Maulana, kerja sama ini memiliki potensi untuk memperkuat perekonomian Indonesia di sektor teknologi, khususnya semikonduktor.
Peran PSN Wiraraja dalam Pengembangan Industri Semikonduktor
PSN Wiraraja GESEIP yang berlokasi di Batam akan menjadi pusat hilirisasi kuarsa silika, yang menjadi bahan baku utama untuk pembuatan kaca, polysilicon, dan semikonduktor.
Menurut Ma’ruf, ekosistem yang dibangun dalam proyek ini mencakup pemurnian kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, dari produksi kaca hingga semikonduktor dan solar cell.
"Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell," ujar Ma’ruf.
Melalui Tynergy Group of Companies, yang berperan melalui PT Tynergy Technology Group Indonesia, proyek ini akan mengembangkan ekosistem hilirisasi dengan pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia dan pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.
Investasi yang digelontorkan untuk fase pertama mencapai 4,9 miliar dolar AS, dan jika berjalan sukses, tambahan investasi hingga 26,7 miliar dolar AS akan masuk untuk memproduksi komponen semikonduktor seperti ingot wafer dan wafer slicing, yang pada akhirnya akan membentuk siklus produksi semikonduktor terintegrasi di Indonesia.
Fase Investasi dan Pengembangan Infrastruktur
Salah satu komponen penting dalam pengembangan PSN Wiraraja GESEIP adalah pembangunan infrastruktur manufaktur di Galang, Batam. Proyek ini juga mencakup pengembangan energi terbarukan yang dapat mendukung kebutuhan energi kawasan industri.
Investasi awal dari Tynergy Technology Corp ditargetkan mencapai 250 juta dolar AS untuk pembangunan fasilitas manufaktur yang diproyeksikan dapat menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.
"Kami yakin investasi ini akan mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia dalam sektor teknologi tinggi," jelas Ma'ruf.
Selain itu, untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia yang akan membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion dengan kapasitas hingga 150 megawatt (MW).
Fasilitas penyimpanan energi ini diharapkan dapat mendukung operasional kawasan industri dan memastikan keberlanjutan produksi semikonduktor serta produk energi hijau lainnya.
Kerja Sama Transnasional dalam Teknologi Semikonduktor dan Sel Surya
Dalam rangka memperkuat posisi Indonesia di pasar global, kerja sama antara PSN Wiraraja GESEIP dan kawasan industri lainnya juga diperluas dengan pengembangan di luar negeri.
Salah satu kerja sama transnasional yang dibangun adalah dengan Solanna Akimel 7 Technopark di Phoenix, Arizona, AS. Kolaborasi ini akan mengarah pada transfer teknologi semikonduktor dan sel surya yang akan memperkuat kedua belah pihak dalam pengembangan teknologi mutakhir.
Komitmen kedua kawasan ekonomi ini ditegaskan melalui Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
"Kolaborasi ini diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, serta mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di kedua negara," ujar Ma’ruf.
Dengan sinergi yang dibangun antara kedua zona ekonomi tersebut, Indonesia diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam industri semikonduktor global serta mempercepat transisi energi berkelanjutan.
Ma'ruf juga mengungkapkan bahwa perjanjian pengembangan bersama (Joint Development Agreement) yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 18 Februari 2026, akan menjadi langkah awal menuju pengembangan industri yang lebih besar.
Optimisme Terhadap Peningkatan Daya Saing Indonesia di Industri Semikonduktor
HKI percaya bahwa kerja sama antara PSN Wiraraja GESEIP dan mitra-mitra dari Amerika Serikat akan mempercepat pengembangan industri semikonduktor dan energi terbarukan di Indonesia.
Pembangunan infrastruktur yang didukung oleh investasi besar dan kerja sama teknologi mutakhir ini diyakini akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global, khususnya di sektor teknologi tinggi.
Melalui kerja sama ini, Indonesia berpotensi tidak hanya menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor, tetapi juga akan mengembangkan sektor energi hijau yang berkelanjutan, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Dengan begitu, Indonesia akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor industri dan ekonomi domestik.